Minggu, 06 Januari 2013

Karangan Narasi



Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu (Semi, 2003:29).
Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.

Tujuan menulis karangan narasi secara fundamental yaitu:
1.      Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan.
2.      Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.

Langkah-langkah menulis karangan narasi:
1.      Tentukan tema dan amanat yang akan disampaikan.
2.      Tetapkan sasaran pembaca.
3.      Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur.
4.      Bagi peristiwa itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita.
5.      Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita.
6.      Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang.
Langkah menyusun narasi (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan "rumus" 5 W + 1 H, yang dapat disingkat menjadi adik simba.
1.     (What) Apa yang akan diceritakan,
2.     (Where) Di mana seting/lokasi ceritanya,
3.     (When) Kapan peristiwa-peristiwa berlangsung,
4.     (Who) Siapa pelaku ceritanya
5.     (Why) Mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan
6.     (How) Bagaimana cerita itu dipaparkan.
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
·         Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
·         Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
·         Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.

Jenis-jenis karangan narasi:
Narasi dapat berisi Fakta atau Fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
1.      Narasi Ekspositoris (Narasi Teknis), adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositoris, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasalkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan ekspositoris. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.
2.      Narasi Sugestif, adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga seolah-olah melihat.


Sumber:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar